PART 1: PIKIRAN ZAHEEL
Zaheel (baca: zahel) Radisyir Azzelaes adalah anak yang tinggal di Somalia. Ia tinggal di Kismayo, kota paling padat di Somalia. Rambutnya keriting, namun sedikit bergelombang. Anak paling cantik di Kismayo. Hobinya adalah menulis tentang cita-cita.
Suatu hari, di sekolah Zaheel, SD Somali Arabiyya, Mrs. Zamulee yang mengajar kelas Zaheel berkata,
“Anak-anak, Mrs. akan membagikan kertas untuk dikerjakan di rumah.” Ujar Mrs. Zamulee sambil membagikan sehelai kertas. Zaheel sangat senang.
Sesampainya di rumah, Zaheel segera menjawab soal. Sampai di soal terakhir, Zaheel bingung saat hendak menjawabnya. Soalnya, tentang cita-cita di masa depan nanti. Zaheel mengosongkan soal tersebut. Ia segera mandi, lalu tidur siang. Sorenya, Zaheel melihat Bunda sedang memasak. Terpikir olehnya, untuk menuliskan cita-citanya. Dia segera mengambil lembar soal, lalu menjawab, “Chef.” Namun, saat menyimpan lembar soal, ia agak ragu. Namun, ia mencoba memberanikan diri.
Paginya, Zaheel sedang di kelas. Ia memberikan lembar soal kepada Mrs. Zamulee. Ia hanya tersenyum saat melihat kertas Zaheel. Senyumannya manis.
“Zaheel, jadi, cita-citamu menjadi seorang koki?” tanya Mrs. Zamulee sambil mendekati meja Zaheel.
“Euh... emmm... iya,” tukas Zaheel gugup.
“Apa yang membuatmu ingin menjadi koki?” tanya Mrs. Zamulee lagi.
“Kemarin sore, aku melihat Bunda memasak. Bunda melakukan ini dan itu. Bisa menerbangkan nasi lalu menaruhnya lagi di panci penggorengan, memutar-mutarkan spatula, dan seterusnya,” cerita Zaheel panjang lebar. Semua orang di kelas itu tertawa terpingkal-pingkal.
![]() |
| Zaheel Mode Chef ^_^ |
“Eh, kalian tidak boleh tertawa dulu. Koki itu, juga mendapatkan uang lho, anak-anak,” Mrs. Zamulee mengingatkan.
Jam pulang sekolah, kakaknya Zaheel, Zaleysha menjemputnya. Zaheel segera menceritakan semua perihal tadi di sekolahnya. Kak Zaleysha tersenyum. Senyumnya begitu merekah.
“Apa yang Ibu gurumu katakan itu benar, Dik. Bu gurumu tidak salah,” ujar Kak Zaleysha.
Sesampainya di rumah, Zaheel segera mengganti baju, makan, dan menemui Bunda di ruang TV.
“Bunda, kemarin sore, aku ngelihat Bunda menerbangkan nasi lalu menaruhnya kembali. Ajari aku teknik itu dong, Bun,” kata Zaheel sambil duduk di sofa empuknya. Bunda terkekeh.
“Baik, Sayang. Ayo, ikut Bunda ke dapur.” Bunda mematikan TV, lalu menuju dapur.
![]() |
| Suasana Pagi di Kismoyo, Somalia |


Posting Komentar untuk "CERBUNG: Zaheel Anak Kreatif Dari Somalia (Part 1)"