Cerpen - Hadiah Dari Ayah (Part 1)

Di pagi hari yang cerah, Jamilah sedang bermain di halaman rumahnya. Ia menemani adik-adiknya bermain Bersama. Ketika asyik bermain, Jamilah di panggil oleh ibunya.

“Jamilah, boleh minta tolong panggilkan adik-adikmu?” tanya Ibu.

“Baik bu!” jawab Jamilah lalu pergi mencari adik-adiknya.

Tanpa di sadari, adik-adiknya sudah pergi ke depan laut. Rumah Jamilah berbatasan dengan laut, jadi, untuk bermain di laut, harus di awasi oleh orang dewasa.

fani afnan jannati
Gambar ilustrasi dari Google Gemini 

“Abdullah, Jasmine, kemari, kalian di panggil Ibu!” teriak Jamilah memanggil adik-adiknya.

“Baik kak!” jawab Abdullah dan Jasmine serempak. Mereka mendatangi Jamilah lalu pulang ke rumah.

Setibanya di rumah, Jamilah dan kedua adiknya melihat Ibu duduk di sofa dengan raut wajah gembira.

“Ibu punya kabar gembira untuk kalian!” kata Ibu seraya memanggil ketiga anaknya dengan isyarat tangannya. Ketiga anak itu menghampiri sang Ibu.

“Ayah sebentar lagi sampai ke rumah. Ini Ayah lagi menuju rumah dengan Taksi” kata Ibu seraya merangkul ketiga anaknya.

“Ibu, Ibu, Ayah baru pulang dari dinas ke Irak ya?” tanya Jasmine dan Abdullah berbarengan. Ibu mengangguk seraya tersenyum.

Beberapa menit kemudian, TOK! TOK! Terdengar pintu di ketuk.

“Ayah! Itu Ayah kak!” ujar Abdullah kesenangan. Jamilah membuka pintu. Terlihat Ayah datang membawa sesuatu.

“Bagaimana keadaanmu Malik?” tanya Ibu. Ayah Jamilah Bernama Malik. Ayah mengangguk, tanda bahwa dia baik-baik saja.

Ibu segera ke dapur dan membuat kopi. Jamilah dan kedua adiknya membantu Ayah menaruh barang bawaan.

cerpen Fani Afnan Jannati
Ilustrasi AI Google Gemini

“Kemarin, di Jeddah, katanya hujan ya?” tanya Ayah.

Jamilah tinggal di Jeddah, Arab Saudi. Jamilah mengangguk.

“ Iya yah! Hujan berturut-turut kemarin. Sampai pemukiman sebelah di dera banjir” jawab Jamilah.

“Ayah membawa apa?” lanjut Jamilah.

“Hmm, kasih tahu nggak ya?” Ayah menggoda mereka betiga.

“AYAH!” jawab ketiga anak itu dengan serempak. Ayah hanya tertawa.

“Baik! Ayah ada bawa hadiah untuk kalian” jawab Ayah. ketiga anak itu memandangnya dengan mata berbinar.

“Silahkan di buka hadiahnya!” ujar Ayah.

Saat membuka hadiah,

“Waw, kamera in ikan, lagi trendi ya?” jawab Jamilah dengan senang. Karena Jamilah suka berfoto-foto, Ayah membelikan kamera itu untuk Jamilah.

“Aku mendapat pensil warna!” seru Jasmine kegirangan. “Dan aku dapat alat untuk membuat percobaan!” jawab Abdullah kegirangan. Ayah tersenyum.

“Besok, kak Aisyah dan bang Said mau datang lho!” kata Ayah. Jamilah tersenyum.

“Om Khalid dan Tante Fatimah datang juga ya, Yah?” kata Jasmine.

“Iya! Kita bisa bertamasya bareng besok!” jawab Ayah tersenyum. “Setelah berlibur selama 1 minggu, kita akan pindah rumah” jawab Ayah yang membuat anak-anaknya terkejut sekali.

“Yah! Kita pindah kemana? Jangan main-main deh” seru Abdullah terkejut.

“Ayah tidak berbohong! Ini benar! Kita akan pindah ke Azerbaijan bareng kak Aisyah. Kan, Om Khalid dan Ayah kan, 1 tempat kerja, jadi, kami di suruh bertugas di Azerbaijan” jawaban Ayah mengundang kegelapan di hati ketiga anak itu. 

Bersambung...

Posting Komentar untuk "Cerpen - Hadiah Dari Ayah (Part 1) "